Puisi adik kecilku

puisi adik kecilku


Salah satu puisi yang di buat adikku, adek pertamaku. Aku tahu dia masih sangat polos, bahkan dia hanya bisa menggigit ujung pulpen saat berfikir untuk membuat puisi. Meskipun begitu dia terlihat menikmati. Dia sangat bingung saat saya suruh buat puisi, diskriminatif memang tapi itu mendidik. Untuk menciptakan inspirasi, saya memberinya selembar daun dan menganggap daun itu hidup seperti manusia. Lalu dia mengiyakan untuk membuat puisi.

Saya akan menulis ulang jika kalian sulit membacanya

selembar daun

Selembar daunyang cukup indah
yang tanpa bunga dan tanpa batang
Kucium bungamusangat harum
baunya. ku sobek sobek daunnya. Kau
tak menangis. Tangisanmu tak kudengar
ditelinga. Kau sangat indah bagiku
Kau dapat menghiasi rumahku dengan 
cukup indah. 

Aku tida tahu keluargamu dan
tidak tahu tempat tinggalmu, yang kutahu
adalah kau hijau dan cantik
Daun sangat membutuhkan air
untuk sumber pangan. Coba kalau
tidak ada air. Tumbuhan akan 
mati dan merusak alam sekitarnya

Sungguh absurd tingkat dewa. Tapi tak apa itu adalah tahap belajar. Semangat pagi dan sampai jumpa

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Menjamah Langit

Katenbat Kenangan

Malas belajar