Puisi adik kecilku
Salah satu puisi yang di buat adikku, adek pertamaku. Aku tahu dia masih sangat polos, bahkan dia hanya bisa menggigit ujung pulpen saat berfikir untuk membuat puisi. Meskipun begitu dia terlihat menikmati. Dia sangat bingung saat saya suruh buat puisi, diskriminatif memang tapi itu mendidik. Untuk menciptakan inspirasi, saya memberinya selembar daun dan menganggap daun itu hidup seperti manusia. Lalu dia mengiyakan untuk membuat puisi. Saya akan menulis ulang jika kalian sulit membacanya selembar daun Selembar daunyang cukup indah yang tanpa bunga dan tanpa batang Kucium bungamusangat harum baunya. ku sobek sobek daunnya. Kau tak menangis. Tangisanmu tak kudengar ditelinga. Kau sangat indah bagiku Kau dapat menghiasi rumahku dengan cukup indah. Aku tida tahu keluargamu dan tidak tahu tempat tinggalmu, yang kutahu adalah kau hijau dan cantik Daun sangat membutuhkan air untuk sumber pangan. Coba kalau tidak ada air. Tumbuhan akan ...